Memuji Anak? Yes or No?

Namapun anak sendiri yah, mau gimana juga rasanya pengennya muji-muji mulu, ya ga sih? Nah, kebetulan aku sama Rafdi itu punya cara pandang yang berbeda tentang pujian. Menurut Rafdi pujian itu racun, jadi ga bagus anak kerseringan dipuji. Sedangkan aku mikirnya, pujian itu ya cara menumbuhkan rasa percaya diri anak. Biar gedenya dia ga jadi anak yang minderan karena ga pernah diapresiasi. Sebenernya gimana sih?

Kebetulan, kemaren aku dateng ke acara #TUMNgopiCantik yang bahas tentang Parent’s Stories bareng Kang Adhitya Mulya. Nah di sesi #TUMNgopiCantik kemarin, topik yang dibahas adalah cara memuji anak yang baik dan benar. Sesuai dengan tema yang diusung kang Adhit, Membesarkan Anak yang Berdaya.

#TUMNgopiCantik Parent’s Stories

Pujian memang ibarat pedang bermata dua. Trus perlu ga anak dipuji?

PUJIAN ITU PERLU

Kalo ada sebagian orang tua yang sama sekali ga memuji anaknya itu juga salah. Orang tua yang berusaha memotivasi anaknya dengan ‘menjatohkan mental’ anaknya juga salah. Kaya gimana sih? Misal si anak dengan bangga-nya menunjukkan kertas ulangan ke ayahnya dan malah dikomen ‘hem dapat 8, harusnya kamu bisa dapat 10’ . Anak bisa jadi frustasi loh.

Trus kenapa harus dipuji oleh orang tuanya?

Buat anak-anak, ucapan orang tua itu segalanya buat dia. Dikomen orang tua itu bisa sangat-sangat menempel di otak dia. Apa jadinya kalo yang jadi mind set  di otak-otak anak kita adalah orang tuaku ga bangga sama aku. Bisa sampai gede loh efeknya, dan anak bisa jadi tumbuh dengan rasa percaya diri yang kurang.

Tapi kan kalo terlalu dipuji juga ga akan bagus?

well…. iya sih, maka dari itu …

PUJI USAHANYA BUKAN HASILNYA

Balik lagi ke contoh awal yah, ketika anak dengan bangga memperlihatkan hasil ujiannya ke Ayahnya. Sebaiknya gunakan kata-kata yang menunjukkan kita bangga terhadap kerja kerasnya. ‘Wah hebat yah nak, karena semalam belajarnya sungguh-sungguh kamu bisa dapat 8. Nanti belajarnya ditingkatkan yah, Ayah yakin kamu bisa dapat nilai 10’. Nah ini contoh memuji usaha anaknya, bahwa nilai 8 itu bukan karena simsalabim dia jenius tapi karena dia sudah berusaha keras. Beda jadinya kalo si anak dipuji ‘Wah hebat yah belajar semalam aja kamu bisa dapat 8’. Bisa jadi anak berpikir dengan belajar semalam aja dia bisa dapat 8, itu artinya dia memang jenius. Mungkin kalo ga belajarpun dia tetap bisa dapat 8.

Jika kita selalu memuji hasilnya atau anaknya, maka anak bisa tumbuh dengan pola pikir bahwa dia memang anak yang superior. Bahwa tanpa usahapun dia bisa menjadi yang terbaik, terpintar dan terhebat. Dan lebih bahaya lagi kalo anak sampai ber-mindset

I perceive myself as smart never fail. If I don’t try the I don’t fail. If I never try I never fail

Jadi ingat kejadian mahasiswa bunuh diri karena nilai jelek beberapa waktu lalu yah. Kenapa sih makin kesini makin banyak anak muda yang bunuh diri karena merasa gagal?

Orang-orang yang memutuskan mengakhiri hidupnya karena mengalami kegagalan ini, merasa kurang mencintai dirinya sendiri. Seperti prinsip

DIPUJI = DICINTAI

TIDAK DIPUJI = TIDAK DICINTAI

Padahal kan ga gitu

MEMBUAT ANAK BANGGA ATAS DIRINYA SENDIRI

Anak secara kodratnya memang akan mencari pujian dari orang lain (mostly sih orang terdekat seperti orang tua) untuk mencari eksistensinya di dunia ini. Yah ga usah anak-anak lah, pernah tau pembahasan kenapa LIKE di Facebook itu penting banget? semacam itulah pentingnya diakui oleh orang lain. Nah sebagai orang tua kan kita hanya ‘dititipi’ anak sama Tuhan, sooner or later we’ll gonna die dan kita harus meninggalkan anak yang berdaya yang kuat yang bangga atas dirinya sendiri, untuk melanjutkan hidupnya ke yang lebih baik.

Trus gimana dong nyiapinnya?

Salah satunya dengan mengajarkan dia mencintai dirinya sendiri. Ini bisa juga lewat pujian, kaya contoh yang sebelumnya ‘Wah ayah bangga ya kamu dapat nilai 8, ini karena kerja keras kamu. Nah kamu bangga ga sama diri kamu uda dapet 8 ulangannya?’ . Jadi dengan mengajarkan dia bangga akan dirinya sendiri, dia tidak akan terus-terusan memvalidasi eksistensinya dengan pujian dari orang lain, dengan pandangan dari orang lain 🙂

Image for here

Eniwei, namapun sharing yah. Aku percaya semua orang tua itu Parenting Expert untuk anaknya sendiri. Ga semua ilmu parenting itu cocok di semua orang. Betul banget 🙂 . Tapi aku pribadi suka banget denger orang lain sharing masalah parenting yah siapa tau ada yang cocok . Dan semoga artikel ini juga bisa bermanfaat, cheers!

 

Advertisements

14 thoughts on “Memuji Anak? Yes or No?

  1. marijelajahbuku says:

    Aku pernah denger ibu2 yang ngomelin anaknya karena nilai ulangan gak seperti yg diharapin ortu, mbak. Udah gitu dibanding2in lagi ama temen sekelas si anak yang lebih pinter. Duh, kasian banget anak itu.

  2. Nita Lana Faera says:

    Memuji hasil usaha anak, atau ketika mereka nice, memang penting banget. Ke murid anak2 aja saya selalu ngasih pujian, dan hasilnya memang mereka makin semangat untuk belajarnya 😀

  3. Elisamonic says:

    Betul.. anak over pujian juga jadi gak bagus, dampaknya adalah saat besar dan bersosialisi nanti, mereka jadi nggak bisa terima kritik atau masukan. semua memang bagusnya sesuai porsi aja.

  4. saribainbridge says:

    Perlu donk 🙂 untuk memotivasi anak itu, aku belajar hal yang berbeda dari mertua disini gimana keliatan bedanya cara memuji anak dengan cara kita yang orang Indonesia lakukan. dan cara menanggapi masalah : misalnya kalau kita biasa nya nih anak jatuh eh yang disalahin lantai nya
    ” duh nakal ya lantainya nenek pukul ni lantainya”,
    tapi si emak mertua ” kamu nggak apa2 sini nenek lihat, (sambil kasih peluk) lain kali hati-hati jalannya, rasa nya sakitkan kalau jatuh”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s