Internet Bukan untuk Anak

Jadi mulai sekarang, silahkan jauhkan anak-anak anda dari dunia Internet yah moms dan dads sekalian.

What? di era digital begini bok? how come?

Pertama kali aku liat postingan TUM  mau bikin event #TUMNgopiCantik dengan tema Best Practice for Better dan Safer Internet at Home, aku langsung buka web dan mendaftarkan diri. Kan Rey masi kecil, paling pakai internet buat nonton video doang …. nah justru itu, sebelum terjadi belajar dulu ilmunya buat preventif.

Kan Rey  masih kecil , paling cuma nonton youtube yang dipilihin sama orang tuanya. Eits jangan salah, akupun sampe terbengong-bengong sekarang dia bisa slide layar hp aku atau ayahnya, cari icon Youtube dan buka video yang sering dia tonton (so far yang dia tonton channel Litlle Baby Bump) dan kalo ga sesuai dia back lagi trus cari yang lain (slide layar ke bawah). Siapa yang ajarin? ga ada, itu karena secara naluri mereka (para anak jaman sekarang ini) sudah langsung cepat menangkap kebiasaan yang terjadi di sekitarnya dan menirunya. Perlu kita ingat kan, otak anak-anak ini macam spons yang apa aja cepat sekali diserap. Bahkan buka lock hp yang pake angka itupun pasti kebanyakan anak-anak bisa, walaupun dia belum paham angka. Yep! hanya semudah dia menghafal pattern dari angka-angka yang dipencet oleh ayah atau ibu waktu ada di sampingnya.

 Internet memang tidak didesain untuk anak-anak. Sesimple kita mau buat account apakah itu email atau sosial media, pasti di awal masuk ada syarat umur minimal 13 taun. Kenapa 13 taun dianggap aman berinternet ria? bisa digoogling yah banyak referensi di sana 😆 . Jadi kita ga bolehin anak kita pakai internet dong pas umurnya belum 13 taun? trus tugas sekolah dia gimana dong? kan apa apa harus googling dulu kalo jaman sekarang. Yah itulah sekiranya problematika menjadi orang tua di era digital ini.

image from here

image from here

Pembuka di sesi sharing ini cukup bikin copot jantung. Bikin kita melek semelek-meleknya, bawasanya di luaran sana banyak anak pre-remaja yang dengan bebasnya berekspresi di Internet. Tentunya bukan dengan konotasi positif yah. Bikin banyak-banyak istigfar deh beneran. Bukan anak-anak di luar negeri pula, anak-anak sekitaran kita gini deh.

Beberapa hal yang aku tangkep dari sesi sharing kemaren bareng mas Ilya, antara lain :

Internet Bukan Dihindari, tetapi Dipelajari

Apalagi di era digital gini yah, semua-mua terkoneksi ke internet. Even TV pun sekarang sudah banyak yang bisa terkoneksi dengan internet. Barang-barang di sekeliling kita dan anak kita banyak yang terkoneksi ke internet. Terus gimana cara menghindarinya? ya ga bisa. Well said. Karena jalan keluarnya ya bukan dengan dihindari, tetapi dipelajari. Sebagai orang tua kita yang harus update dengan teknologi yang ada sekarang. Jangan pernah ber-mindset aku kan gaptek, bisa kok kita pasti bisa update sama teknologi terbaru.

Sebaiknya ketika anak menggunakan internet, entah nonton video di youtube ataupun browsing kita ada selalu disampingnya. Melihat ke web mana saja dia menjelajah dan apa saja yang dia lihat. Bahkan youtube ini menjadi sarana saya mengajari Rey menyanyi dan mengenal warna, karena biasanya saya selalu melempar pertanyaan ketika menemani Rey menonton video di Youtube. Dan jika anak kita membuka hal yang belum pantas dilihat di internet, kita tidak boleh langsung close! Kita bisa pelajari dulu apa yang sedang dilihat dan jelaskan ke anak dengan bahasa yang mudah dipahami. Jika tidak, maka anak akan menjadi semakin penasaran dan diam-diam mencari tau sendiri

House Rule!

Secanggih-canggihnya parental control, kids lock atau  restricted mode yang dibuat di semua device ataupun aplikasi. Tetap saja anak bisa membuka atau mengakses situs situs atau video yang tidak sesuai usia mereka. Canggih ya anak-anak jaman sekarang.

Jadi security yang kita (para orang tua) bangun untuk anak kita, ya berasal dari proses gimana kita disiplin sama peraturan yang kita sepakati. Kalo aku biasanya nerapin aturan screen time untuk nonton video di handphone (Offline mode video Youtube) cuma boleh hari Sabtu ataupun Minggu atau kalo Ayah Ibunya libur. Itupun sambil sesekali kita lihat apa video yang sedang dia lihat dan mencoba mengajak berinteraksi. Bagi orang tua yang anaknya sudah mulai pre-remaja mungkin bisa dengan membuat peraturan tentang jam browsing, aturan layar yang tidak menghadap tembok (agar mudah diawasi) dll.

Gunakan Device yang Terpisah

Cara untuk menerapkan safety internet at home lainnya adalah dengan menggunakan device yang terpisah antara orang tua dengan anak. Kan repot juga kalo kita masang Parental contol dan Kids Lock di device  yang kita gunakan juga sehari-hari, yang ada kita ga bisalah install-install aplikasi yang berguna untuk keseharian kita. Karena usia pengguna aplikasinya kan memang beda. Jika di rumah ada PC yang sering digunakan bersama-sama, maka sebaiknya dibuatkan dua login berbeda untuk orang tua dan anak.

Memang sih setelah mengikuti sharing kemarin, aku pulangnya agak stres 😆 bener-bener ngerasa insecure abis. Gimana dong kalo gini kalo gitu. Yah sesuai yang disampaikan mas Ilya, kita ga bisa menstop anak terpapar perkembangan teknologi, perkembangan jaman. Jadilah orang tua yang smart dan wise dalam mendampingi anak-anak mengenal teknologi. Yuk, sama-sama kita cek ya di peralatan eletronik kita apakah sudah safe untuk anak?

#TUMNgopiCantik

#TUMNgopiCantik

 

Advertisements

14 thoughts on “Internet Bukan untuk Anak

  1. Sandra says:

    Nice info Mbak, sekarang saya lagi hamil dan sepakat gakan screen time depan anak, biar anaknya tau kalo hp buat telepon dan foto, foto anak juga pengen candid aja ah, laptop buat kerja, ngeblog saat anak tidur hihi semoga niatnya dimudahkan ya, soalnya saya liat ponakan jadi kurang peka sama sekitar kalo udah Youtube an, gimana orang tuanya juga sih. Kami ingin anak tumbuh alami dulu, main tanah, nyiram tanaman di rumah, main musik dan gambar bersama^^

  2. dqwian says:

    Ngeri ya mbak. Internet itu bagai dua sisi mata uang. Penting untuk dapet informasi luas tapi bahaya juga. Anak2 aku masih usia 6 dan 4thn, tp mereka udh gape sama youtube. Dan tau google (tp blm tau cr aksesnya). Utk saat ini palingan cr aku protectnya gak ak ksh hp yg ada akses internetnya kecuali didampingi aku.

  3. Inda chakim says:

    Awalnya aku smepet oke2 aja mbk wktu bocah ngeyutub, dan ‘yakin’ jg sih pasti bocah nonton itu2 aja, pkirq toh jg gk bs mindah2, tp ke sini ke sini, lah koq, mahir gitu, sejak tau sbocah bs begiu tanpa diajarin, aku jd lbh protect mbk. Takut kecolongan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s