Ketika Harus Menitip Anak di Daycare

Sebelum menikah saya dan suami sudah sepakat untuk tetap bekerja ketika sudah punya anak nanti. Terlepas dari why why why yang dilontarkan semua orang tentang pilihan ini. Menurut saya ini pribadi, jadi tidak perlu dijabarkan untuk umum alasannya.

Pencarian pengasuh Rey sudah saya lakukan dari sebelum HPL. Tujuannya, saya ingin mengenal calon pengasuh ini jauh sebelum Rey lahir dan bertemu dia. Saya ingin melihat karakternya dan cara kerjanya. Mungkin benar seperti kata orang tua anak lahir dengan rejekinya sendiri, saya bertemu Bibi yang sedang mencari kerja fulltime (nginep) karena tidak punya rumah. Sebelum Rey lahir, Bibi melakukan pekerjaan seperti beberes dan ikut sibuk menyiapkan perlengkapan untuk kelahiran Rey. Saya simpulkan secara karakter oke dan kerjanyanya rapi. Dan benar saja Bibi bisa diandalkan mengasuh Rey sampai umur 10 bulan tanpa kendala yang berarti. Sampai akhirnya Bibi memutuskan untuk tidak kembali bekerja karena urusan keluarganya.

Sebagai working mom, momen kehilangan pengasuh anak ini memang menjadi drama tersendiri. Keputusannya harus cepat, solusinya harus cepat dan tepat karena saya tidak bisa berlama-lama cuti bekerja untuk mengasuh Rey di rumah. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya dan suami memutuskan menitipkan Rey di Daycare.

  
Pertimbangan pertama karena saya belum berani menyerahkan Rey ke pengasuh baru, tanpa terlebih dahulu saya mengamati bagaimana karakter orang tsb dan melihat bagaimana kedekatannya dengan anak. Di Daycare dengan pertimbangan banyak nanny, maka resiko anak kita di-apa-apa-in lebih minim karena banyak juga mata yang mengamati. Selain itu saya juga bisa mengamati Rey dari kamera cctv yang bisa saya akses dari handphone saya. Kebetulan owner dari Daycare ini juga terlibat langsung dalam operasional sehari-hari, karena anak dari pemilik Daycare ini juga ikut bermain bersama anak-anak lain di Daycare setiap harinya. Jadi saya simpulkan, para nanny-nanny ini akan sangat kecil kemungkinan untuk melakukan hal yang tidak sesuai aturan ketika owner nya terlibat langsung setiap harinya.

Pertimbangan kedua, saya amati Rey sudah tumbuh besar baik secara fisik dan mental. Dia sudah terlalu bosan jika setiap hari hanya di rumah berdua bersama Bibi dan main yang itu-itu saja. Di Daycare dia lebih ceria karena banyak teman, banyak mainan, tempat bermain yang lebih luas dan hal-hal baru yang dia bisa amati. Seminggu pertama setelah di Daycare, Rey langsung bisa minum air menggunakan gelas, lebih sering bernyanyi (yang menurut saya lebih mirip bergumam panjang), suka menari ketika ada musik dan lebih sering tertawa.

Pertimbangan ketiga, di daycare tempat saya menitipkan Rey semua nanny dan Aunty semua selalu menggunakan seragam. Mungkin sepele, tapi buat saya ini mengesankan mereka bekerja secara profesional. Selain itu saya bisa mendapatkan laporan harian untuk jam makan, jam tidur, jam Rey BAB dan BAK, suhu badan Rey, dan catatan bagaimana aktivitas Rey seharian di Daycare. Setiap hari di grup Whatsapp juga selalu di-share foto-foto kegiatan dan saya mengamati Rey selalu antusias mengikuti kegiatan yang dilakukan seperti mewarnai, bernyanyi, bermain playdoh dll. Walaupun di usianya dia belum bisa mengikuti sepenuhnya kegiatan tsb, tapi Rey mulai banyak mengenal hal-hal baru dengan mengamati kaka-kaka di daycare-nya.

Dalam hal makanan, karena masih MPASI saya harus menyiapkan sendiri dari rumah. Saya biasanya membawakan bubur, sayuran, buah, cemilan biskuit dan ASIP. Sayuran dipotong dan direbus di Daycare agak lebih fresh. Kebetulan Rey sudah bisa makan makanan kasar, jadi saya hanya meminta nanny untuk mencincang sayur dan buahnya. Salah satu yang bikin lega, karena di daycare semua nanny sudah diedukasi masalah ASI dan MPASI, jadi saya tidak perlu repot-repot menjelaskan teknisnya lagi.

Terlepas dari semua sisi positif, tentunya ada juga sisi negatif dari daycare. Saya tidak lagi bisa mengontrol kehigienisan lingkungan Rey karena banyaknya anak yang dititip. Tentu kemungkinan tertular penyakit sangat besar peluangnya. Usaha yang bisa saya lakukan sebatas memberikan makanan gizi tinggi dan rajin minum vitamin agar daya tahan tubuhnya kuat. Alhamdulillah selama di daycare Rey hanya sebatas flu biasa dan sembuh dengan sendirinya.

Kekurangan dari menitip anak di daycare juga terkait dengan jadwal antar jemput. Saya dan suami sepakat membagi jadwal antar jemput disesuaikan dengan jam kantor kami. Jadi terkadang Rey harus dijemput paling akhir dan diantar paling awal karena Ayah dan Ibu nya harus ke kantor pagi dan pulang petang. 

So far saya cukup merasa tenang dan percaya menitipkan Rey di Daycare yang lokasinya tidak jauh dari rumah ini. Rey jadi lebih aktif, ceria dan banyak makan. Mungkin karena jadwal makan bersama jadi lebih seru dan bisa habis lebih banyak. Jadi menurut saya pribadi, tidak ada salahnya menitip anak ke daycare, asal  harus diperhatikan beberapa hal seperti keamanan, kegiatan selama di daycare, kebersihan dll. Dan daycare bisa jadi solusi darurat sambil proses mencari pengasuh anak yang sesuai.

10 thoughts on “Ketika Harus Menitip Anak di Daycare

  1. della says:

    Alhamdulillah, lengkap ya Wor daycare-nya, sesuai keinginan. Mudah-mudahan baik-baik terus🙂
    Ih gue juga mau deh nge-daycare-in Zaidan kalo aja di deket kantor ada yang kayak gini..

  2. Desi says:

    Reyyy udah keliatan gede banget di foto inih..bentar lagi pasti lari2an kesana kemari deh hihihi..
    btw, pake aplikasi apa di hp yang bisa nyambung ke cctv.. ? mau infonya duunks…

  3. Bibi Titi Teliti says:

    Whoaaaa…Rey kelihatan udah gede banget…
    Dan udah pinter serta mandiri buat dititipin ke daycare yah Woooor🙂

    Kelihatannya daycare-nya asyik banget Wor, bisa di akses langsung via cctv, jadi kitanya kan bisa lebih tenang yah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s