Lonjakan Asam Hingga ke Paru

Terhitung sejak hari Senin 17 Mei 2010 gue mulai merasakan sesak nafas setiap kali pikiran gue lagi kacau. Mungkin postingan gue kali ini masih berhubungan dengan postingan gue sebelumnya tentang Stress yang gue alami menjelang akhir semester 6 di Ilkom.

Awalnya cuma nyeri ulu hati dan sedikit sesak nafas, tapi ketika gue lagi ngadepin masalah serius gue bener-bener jadi susah nafas dan mual-mual. Gue udah berencana langsung ke dokter hari itu juga tapi anehnya mual, nyeri ulu hati dan rasa sesak pada saluran pernafasan datang dan pergi udah kayak jelangkung. Akhirnya hari ini gue memutuskan buat memeriksakannya ke Rumah Sakit Azra di Pajajaran. Dokter yang meriksa gue gahol abes, cincinnya aja lebih banyak dari jarinya gue sempet mikir itu dokter apa dukun yah. Nama dokternya Lidya tapi lumayan berumur, yah tipe emak-emak gahol laaa. Dia cuma nanya ke gue apa gejala yang gue rasain dan gue bilang mual, sesak dan nyeri ulu hati tapi engga seharian kadang sakit kadang engga. Trus bu Lidya pake stetoskop buat meriksa perut gue ‘hmmm perut kamu rame yah’, weeeks emang bu lagi ada dangdutan di perut saya! apa deh perut kok dibilang rame bener-bener istilah kedokteran yang kurang bisa dipahami :p. Ketika dia tau gue anak kuliahan dia langsung bilang ‘pasti ini gara-gara stres yah sama tugas kuliah’ weew pengalaman kali yah hihi🙂. Lalu dia menjelaskan apa yang terjadi, ternyata maag gue kambuh dan ini makin parah makanya bisa sampe kena ke paru-paru😦. Barusan gue cari di google tentang efek dari maag dan gue pun mendapat penjelasan lengkap. Sedikit dari artikel yang gue baca

“Produksi asam lambung itu akan meningkat pada pukul 10 malam, sehingga mengganggu kualitas tidur pasien.” Jika tidak diobati dengan benar, penderita sewaktu-waktu bisa terkena risiko komplikasi. Salah satunya komplikasi asma pada penderita yang sudah menderita gangguan saluran pernapasan. Menurut Ari, asam lambung dapat naik ke paru-paru hingga menyebabkan ruang pada paru menyempit. Bahkan, dalam jangka panjang, GERD (gastroesophageal reflux disease) bisa menyebabkan kanker esofagus (kerongkongan).

Gue mulai tersadar betapa berharganya kesehatan itu setelah gue sakit begini, makanya kadang gue mikir sakit itu anugerah karena dengan sakit kita tidak pernah lupa cara bersyukur atas kesehatan yang Allah berikan🙂. Mari kita jaga kesehatan kita, sehat itu mahal harganya.

Love

PINK

5 thoughts on “Lonjakan Asam Hingga ke Paru

  1. Fani Benz Wulandari says:

    Bahkan, dalam jangka panjang, GERD (gastroesophageal reflux disease) bisa menyebabkan kanker esofagus (kerongkongan).

    jadi pepatah yang bilang “mencegah lebih baik daripada mengobati” gimana woo ??

  2. Fani Benz Wulandari says:

    Bahkan, dalam jangka panjang, GERD (gastroesophageal reflux disease) bisa menyebabkan kanker esofagus (kerongkongan).

    jadi pepatah yang bilang “mencegah lebih baik daripada mengobati” gimana woo ?? syyeereeemmm abis woo sampe kanker.. amit-amit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s