My life My family

Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara dalam keluarga.  Dari kecil aku tinggal di Rembang Jawa Tengah bersama keluarga besarku. Kami hidup bahagia di kota kecil yang tenang itu. Tinggi badan ku kini sekitar 165 cm yah lumayan tinggi dengan berat badan 50 kg. Banyak juga yang ngiri karena aku punya badan selangsing ini >_<

Kata orang wajahku lebih mirip tanteku dari pada kedua orang tuaku, dengan kulit sawo matang khas orang Jawa, wajah oval dan rambut lurus aku lah Woro Indriyani. Dari kecil aku punya cita-cita mulia jadi penulis cerpen di majalah Bobo (ahahaha ada-ada aja) tapi beneran aku pengen ngewujudin impian masa kecil ini. Dari kecil emang aku suka nulis cerita makanya bikin blog tujuan awalnya mau mempublikasikan cerpen-cerpenku tapi belum ketemu aja konsepnya mau kayak apa. Sekarang aku sedang menyibukkan diri kuliah di ilkom IPB. Sibuk maen sama temen-temen kosan, sibuk ngerumpi hehe..xp. Setelah bertemu caku (Risa Pragari) di TPB hobi menyanyiku muncul lagi hehe kita jadi sering nyanyi bareng di kamar asrama, di karaokean, di jalan hehe.. Setelah masuk jurusan aku bertemu Ira yang ternyata hobi nyanyi juga. Aku sangat suka menyanyi tapi dari dulu ngga pernah berani bernyanyi di depan umum sendiri makanya dari SMP aku memutuskan ikut paduan suara. Bapakku adalah seorang pemusik yang menguasai alat-alat musik seperti gitas, bas dan keyboard. Dari kecil aku sudah dikenalkannya pada dunia musik dan ditawari mau belajar alat musik apa. Aku pernah mencoba belajar keyboard dan gitar, tapi karena ngga begitu menyukainya akhirnya aku ngga fokus. Bagiku nyanyi adalah hal paling menyenangkan.

Bapak dan Ibuku bekerja sebagai PNS di Rembang yang Alhamdulillah selama ini mampu membiayai hidup sampai saat ini. Adekku yang nomor dua bernama Jendro Adi Prabowo yang kini duduk di kelas 9 SMP N 2 Rembang. Jendro begitu dia biasa dipanggil tergolong orang yang pendiam walaupun kadang kalau udah muncul sifat cerewetnya aduh ngga ketulungan. Dia bermata sipit seperti Bapakku, tinggi badannya hampir sama denganku dan berkulit coklat. Hobinya bermain playstation bersama teman-temannya. Dari kecil aku tidak pernah akrab dengan dia karena dia selalu saja bertingkah menyebalkan atau karena aku yang dulu selalu iri padanya yang dimanjakan oleh semua orang. Mungkin iya itu benar, seingatku dulu waktu masi kecil dia baru berusia sekitar 4 tahun dan aku berusia 9 tahun. Dia selalu saja ingin bermain bersamaku karena dia tidak punya teman bermain, tapi aku selalu marah-marah ketika dia ingin ikut bermain. Yah memang aku orangnya gampang sekali marah. Lalu dia menangis dan pergi ke Ibu atau Bapak. Untuk menghiburnya biasanya Ibu atau Bapak mengajaknya membeli jajanan, ketika pulang dari beli jajanan dia selalu membawakan jajanan itu untukku juga. Dia memang selalu peduli padaku bahkan ketika dia sudah mulai bersekolah dan mendapatkan pekerjaan rumah yang susah dia pun hanya percaya padaku untuk mengajarinya. Sikapku pun tetap dingin kepadanya sampai pada suatu hari dimana Allah ingin mengubah ini semua, DIA mengahdirkan satu lagi anggota di keluarga ini. Aku awalnya tidak bisa menerima ini dalam pikiranku saja selalu terlintas “satu adik saja sudah membuatku marah-marah apalagi dua?”. Lain denganku Jendro benar-benar antusias menunggu kelahiran adiknya. Bahkan ketika dia sedang ada wisata sekolahnya ke Malang dia membelikan alpukat untuk Ibuku yang lagi ngidam dan membelikanku boneka anjing putih (ya dia memang peduli padaku).

Hari kelahiran adik keduaku pun tiba. Hari itu hari Minggu pagi-pagi sekali Ibu sudah sibuk mengepak baju. Tanpa peduli aku segera mandi dan pergi ke tempat tetanggaku yang punya hajat karena malamnya aku diminta membantu di rumahnya. Salah satu ibu yang ada di rumah itupun bertanya padaku “Ibumu mau melahirkan ya ke klinik?” Aku menggeleng tidak tahu, ya memang Ibu juga tidak bilang apa-apa padaku. Waktu aku pulang ke runah lagi, di rumah sepi tidak ada orang sama sekali lalu aku mendapat kabar dari Bapakku yang waktu itu sempat pulang ke rumah bahwa adikku yang kedua sudah lahir.

Hari-hari berlalu adik keduaku yang diberi nama Sofiana Haryani tumbuh besar dan makin lucu. Aku yang awalnya tidak pernah peduli padanya kini jadi semakin menyukai kehadirannya begitu juga Jendro. Dan dengan kehadiran Sophie lah yang membuat aku dan Jendro berpikir dewasa dan tidak pernah meributkan hal-hal sepele lagi. Tapi sayang aku hanya sebentar tinggal bersama mereka karena setahun setelah kelahiran Sophie aku harus hijrah ke Bogor untuk melanjutkan kuliahku di IPB.

Sekarang aku disini, di Bogor akan berusaha memberi yang terbaik kepada semuanya..

Terima kasih Allah Kau berikan aku keluarga paling sempurna ini..

Luph

PINK

7 Tanggapan to this post.

  1. Posted by *naliahaha* on Mei 3, 2009 at 9:25 pm

    Scra g sengaja
    aq ska bca blog kaka =)

    Balas

  2. Posted by naliahaha on Mei 4, 2009 at 11:29 pm

    Aq ska bca blog kaka..
    Lam kenal yaa ^^

    Balas

  3. Posted by *naliahaha* on Mei 14, 2009 at 10:33 pm

    Hahaha.kirain ga k’display kak
    aduuwh..dudul sx daqu..

    Balas

  4. hiks2 terharuuu…

    Balas

  5. cool and longg story of life wo :)
    ayoo jadi penulis lahh..
    direalisasikan :)

    Balas

    • Posted by woroindryani on Juni 28, 2009 at 4:58 pm

      oke benz crot kita saingin tuh go girl moran aja bisa kenapa kita ngga ya kan?ahahhahahah sesumbar
      tar gw yg nulis lo yg bikin layout yah hehe

      Balas

Tanggapi posting ini